Mengatasi Masalah: Resah karena Gunungan Sampah di Pasar Kramat Jati

01kmvp7jh2ggrbtey7d8z652s6

Resah karena Gunungan Sampah di Pasar Kramat Jati

Kondisi TPS di Pasar Induk Mengganggu Warga

Dalam kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, terlihat gumpalan sampah yang mencapai ketinggian hampir 6 meter di tempat penampungan sementara (TPS). Tumpukan tersebut berada tepat di depan deretan lapak pedagang sayur, menghasilkan bau yang mengganggu hingga ke area pasar. Sampah yang menumpuk terdiri dari berbagai jenis, mulai dari plastik hingga boks kayu, namun sebagian besar merupakan limbah organik seperti sisa-sisa sayuran.

Pengelolaan Sampah Terkendala Teknis

Keluhan warga terus mengalir karena aroma menyengat yang tercium dari tumpukan sampah. Sejumlah truk datang secara berkelanjutan untuk mengangkut sampah, memperparah kondisi. Dalam dua hari terakhir, upaya penanganan menunjukkan sedikit kemajuan, dengan 33 truk tronton yang dikerahkan untuk membuang sampah. Namun, sampah masih terus menambah volume, membuat TPS mencapai 6.970 ton atau setara sekitar 410 truk tronton.

Testimoni Warga: Bau Menempel hingga ke Rumah

Sugiat (55), warga sekitar yang juga bekerja sebagai tukang parkir, mengungkapkan dampak negatif dari tumpukan sampah. “Ya dampaknya ya mengganggu warga inilah, jelas baunya itu yang ini. Kalau yang punya penyakit bengek (asma) mah langsung ini, sesak napas gitu,” katanya saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3). Ia menjelaskan bau menyengat tercium hingga ratusan meter dari lokasi, “Ya sampai, sampai permukiman belakang sampai (baunya). Ya kira-kira lah 100-an meter lah,” lanjutnya.

“Kalau sampai rumah juga masih nempel baunya kan di badan, di baju,” tambah Sugiat.

Menurut Sugiat, kondisi ini sudah berlangsung sejak Januari 2026 dan terus berkembang hingga saat ini. “Iya, semenjak itu sampai sekarang. Berarti berapa bulan? Ini bulan apa? Maret kan ini? Ya, 2 bulan. Ini mau April ini kan, berarti mau 3 bulan,” kata Sugiat.

Perumda Pasar Jaya: Masalah Teknis Memperlambat Proses

Perumda Pasar Jaya memberikan penjelasan terkait penumpukan sampah. Manager Humas mereka, Topik Hidayatulloh, menyebutkan bahwa keterlambatan terjadi akibat kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan sejak Senin (9/3) lalu. “Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (29/3).

“Ia memastikan, pihaknya kini tengah mempercepat proses pengangkutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.”

Perusahaan tersebut juga melakukan penertiban dan penyaringan untuk menjaga alur pembuangan sampah tetap terkendali, serta mencegah kembali terbentuknya gumpalan sampah. Meski demikian, warga masih mengeluhkan pengaruh negatif dari bau yang tak kunjung hilang.