Strategi Penting: Perang Iran-AS, Prabowo Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian BoP
Perang Iran-AS, Prabowo Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian BoP
Jakarta, IDN Times – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penundaan penyaluran pasukan perdamaian dari Indonesia ke Gaza, Palestina. Keputusan ini diambil karena intensitas perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang terus meningkat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa semua rencana pengiriman pasukan dihentikan sementara.
“Semua di-hold,” ujar Prasetyo Hadi di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Sikap Politik Luar Negeri Prabowo
Dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak terlibat dalam aliansi militer manapun. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari komitmen negara untuk menjalankan kebijakan luar negeri bebas aktif. “Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,” tutur Prabowo, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin (16/3/2026).
Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sengaja mempertahankan independensi dalam hal keamanan. “Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” lanjutnya. Ia menekankan bahwa prinsip ini telah dijalankan sejak lama sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Negara ini berusaha aktif mendorong perdamaian di dunia tanpa memihak blok kekuatan tertentu.
Penguatan Kemampuan Pertahanan
Menurut Prabowo, posisi Indonesia yang independen memaksa negara untuk terus memperkuat kapasitas pertahanan nasional. Ia menjelaskan bahwa postur militer negara bersifat defensif dan tidak bertujuan mengancam negara lain. “Indonesia tidak memihak siapa pun, tapi tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga,” tambahnya. Keputusan ini menunjukkan komitmen untuk tetap berdiri di atas kekuatan sendiri dalam menghadapi dinamika internasional.
