Hasil Pertemuan: Sikap Eropa terbelah soal serangan AS-Israel terhadap Iran

26bab3f2 a6dc 4527 a629 a3cdcd1dccdb 0

Sikap Eropa terbelah soal serangan AS-Israel terhadap Iran

Di Brussels, konsensus antara negara-negara Eropa belum tercapai saat menanggapi serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran. Tekanan dari Amerika Serikat terus berlangsung agar sekutu di Eropa mendukung operasi militer tersebut. Meski sejumlah anggota UE serta Inggris menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan upaya deeskalasi, mereka belum menyusun strategi konsisten menghadapi krisis Timur Tengah yang semakin menghangat. Pada Rabu (4/3), Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, menyatakan Presiden AS Donald Trump menginginkan “semua sekutu Eropa” mendukung tindakan militer. Trump secara terbuka menyoroti keraguan pemerintah Eropa, termasuk menyindir Perdana Menteri Inggris Keir Starmer setelah London menolak dukungan serangan.

“Ini bukan Winston Churchill yang kita hadapi,” ujar Trump, mengacu pada penolakan Starmer atas serangan. Starmer membela keputusan Inggris dengan menyebut solusi terbaik adalah “kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Iran, di mana mereka melepaskan ambisi nuklirnya.” Meski demikian, Inggris memperbolehkan AS menggunakan pangkalan Diego Garcia untuk memperkuat pertahanan kawasan dan keamanan Israel setelah sebelumnya membatasi penggunaannya. Pada masa yang sama, Inggris menambahkan jet tempur Typhoon ke Qatar sebagai bagian dari kehadiran militer defensif.

Di sisi lain, Prancis menekankan perlunya menghormati hukum internasional. Presiden Emmanuel Macron memperingatkan bahwa tindakan militer di luar hukum dapat merusak stabilitas global dan menyerukan diskusi darurat di Dewan Keamanan PBB. Paris berusaha menghindari konfrontasi langsung dengan Washington, tetapi mengkritik serangan Iran sebagai respons terhadap serangan AS-Israel. Prancis juga mengerahkan kapal induk Charles de Gaulle dan aset militer lain untuk melindungi kepentingannya, termasuk pangkalan di Abu Dhabi.

PM Belanda Rob Jetten mengakui ancaman Iran terhadap keamanan kawasan, namun menilai serangan AS-Israel tidak selaras dengan hukum internasional. Sementara itu, Jerman lebih mendukung AS. Kanselir Friedrich Merz menggambarkan Iran sebagai ancaman utama dan menyatakan sanksi serta diplomasi selama puluhan tahun gagal mencegah destabilisasi oleh Teheran. Dalam kunjungan ke Gedung Putih, Trump memuji Merz sebagai “pemimpin yang sangat baik,” sekaligus menyoroti penggunaan Pangkalan Udara Ramstein oleh pasukan AS.

Merz juga memperingatkan bahwa perang berkepanjangan tidak menguntungkan Eropa. “Runyutnya negara Iran bisa menimbulkan dampak luas, termasuk terhadap pasokan energi, keamanan, dan migrasi,” katanya. Sementara PM Spanyol Pedro Sánchez menyebut serangan terhadap Iran sebagai “kesalahan luar biasa” dan mengingatkan risiko ancaman terhadap stabilitas global. Blok UE mengeluarkan pernyataan bersama, mengekspresikan “keprihatinan mendalam” dan mengimbau pengendalian diri maksimal dari semua pihak. Komisi Eropa berkomitmen mendukung solusi diplomatik untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, sekaligus melindungi warga sipil dan menjunjung hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan hukum humaniter.