Rencana Khusus: Tugboat terbalik di PT ASL Batam, tim SAR gabungan cari ABK hilang

c473d6ca d53b 40e9 a31d 1fb60e0e2602

Tugboat terbalik di PT ASL Batam, tim SAR gabungan cari ABK hilang

Kota Batam, Kepulauan Riau – Sebuah tugboat mengalami kecelakaan di perairan dekat galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang, Sabtu. Kecelakaan ini menyebabkan satu anak buah kapal (ABK) hilang, sementara tiga lainnya ditemukan tewas. Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan masih berusaha menemukan korban yang belum ditemukan.

“Kami menerima laporan kejadian pukul 17.57 WIB dari sumber yang memberi informasi. Tim SAR langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 18.05 WIB untuk bekerja sama dengan Polairud, KPLP, dan pihak PT ASL,” ungkap Fazzli, Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia yang dalam proses docking. Dalam insiden tersebut, lima anggota kru berada di atas kapal. Satu orang berhasil menyelamatkan diri, tiga korban meninggal, dan satu masih dalam pencarian.

Korban yang selamat adalah M. Habib Ansyari, seorang ABK. Tiga korban meninggal dunia termasuk Abdul Rahman sebagai kapten, Guntur Pardede sebagai chief, dan Jhonson Bertuahman Damanik sebagai kepala kamar mesin. Mereka telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Mutiara Aini Batam untuk penanganan medis.

Sementara itu, Yusuf Tankin, seorang second engineer, masih belum ditemukan. Tim SAR tetap berupaya mencarinya sambil melakukan upaya penyelamatan terhadap kapal yang terbalik. “Proses pencarian masih berlangsung, dan kita harap Yusuf Tankin segera ditemukan,” kata Fazzli.

Kendala Evakuasi dan Upaya Penanganan

Komandan Pos SAR Batam Dedius Sembiring menjelaskan bahwa evakuasi dihambat oleh kondisi kapal yang tenggelam dan tumpahan minyak di dalamnya. “Posisi kapal yang tenggelam membuat tim penyelam berisiko karena adanya minyak dan akses ke ruang dalam terbatas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa akses di dalam kapal sempit, menyulitkan tim dalam bergerak. Untuk mengatasi ini, tugboat direncanakan digeser ke tepi. “Kapal sudah ditarik ke tepi, menunggu instruksi dari pihak galangan. Kami juga menunggu air pasang untuk mempermudah operasi,” tutur Dedius.

Sebagai langkah pencegahan, pihak galangan memasang oil boom di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR Tanjungpinang bekerja sama dengan VTS Batam, Polairud Polda Kepri, serta PT ASL Batam dalam upaya penyelamatan.

Histori Kecelakaan di Kawasan Galangan Kapal

Insiden ini bukan yang pertama di kawasan galangan kapal tersebut. Sebelumnya, pada 24 Juni 2025, terjadi kebakaran di kapal MT Federal II yang menyebabkan empat pekerja tewas dan lima lainnya cedera. Pada 15 Oktober 2025, kembali terjadi kecelakaan serupa dengan 14 korban tewas dan 17 cedera. Kemudian, pada 29 Desember 2025, dua pekerja meninggal akibat tersengat listrik saat mengecat kapal. Kebakaran juga terjadi kembali pada 25 Januari 2026, tetapi tidak ada laporan korban jiwa.