Pembahasan Penting: Cara Sukses Menulis di kumparan
Cara Sukses Menulis di kumparan
Persiapan Sebelum Menulis
Platform Kumparan merupakan media kolaboratif yang memungkinkan pengguna tidak hanya membaca berita, tetapi juga mengunggah tulisan, membuat akun, dan memberikan komentar. Jika tulisanmu ditolak oleh moderator, ada dua aspek utama yang mungkin menjadi penyebabnya: identitas penulis dan kualitas konten. Mari kita bahas secara mendetail.
Identitas Penulis
Untuk menambah kredibilitas, moderator akan mengecek tiga elemen utama identitasmu, yaitu nama, biodata, dan foto. Nama: Pilihlah nama lengkapmu, bukan nama samaran, agar terlihat lebih profesional. Biodata: Jelaskan secara singkat tentang profilmu, seperti pekerjaan, status akademik, atau organisasi yang kamu ikuti. Jika kamu mahasiswa, sebutkan nama kampus dan jurusan. Foto: Pastikan gambar yang kamu unggah jelas dan menampilkan wajahmu secara langsung, hindari menggunakan foto orang lain.
Konten yang Diterima
Moderator akan menilai beberapa faktor dalam menentukan apakah tulisanmu diterima atau ditolak. Pertama, substansi: Tulislah opini atau cerita yang orisinal dan menarik. Gunakan bahasa yang sopan, serta dukung setiap kritik dengan argumen yang kuat. Tulisan yang ditolak seringkali karena hanya menggunakan kata-kata tanpa data pendukung.
Kedua, penulisan: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) menjadi acuan penting. Hindari menulis seluruh teks dengan huruf kapital atau huruf kecil semata. Jika ingin mengetahui aturan ejaan yang tepat, kamu bisa mengakses Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ketiga, foto: Unggahlah gambar yang diambil sendiri untuk memastikan visibilitasmu sebagai penulis. Jika ingin menggunakan karya orang lain, pastikan tidak melanggar hak cipta.
Penyebab Penolakan Lainnya
Selain tiga aspek di atas, ada faktor-faktor tambahan yang bisa membuat tulisanmu ditolak. Misalnya, jika terdapat spam, iklan, atau konten komersial. Tulisan yang memuat backlink ke situs luar Kumparan juga bisa dikenai penolakan. Selain itu, jika isi tulisan dianggap serupa dengan karya lain atau telah dipublikasikan di tempat berbeda, serta jika tidak memberikan nilai bagi pembaca, maka kemungkinan besar akan ditolak.
“Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” — Pramoedya Ananta Toer
Menulis di Kumparan bukan hanya tentang menjangkau audiens lokal, tetapi juga publik lebih luas. Oleh karena itu, jangan menyerah jika tulisan pertama kamu ditolak. Ulangi dan ajukan kembali. Ingat, setiap karya bisa menjadi langkah awal menuju keberhasilan.
