Agenda Utama: Mahasiswa Iran Demo Anti-Pemerintah Besar-besaran!
Mahasiswa Iran Gelar Demonstrasi Besar-besaran Lawan Pemerintah
Pada hari Sabtu (22/2/2026), mahasiswa dari beberapa universitas di Iran mengadakan aksi protes anti-pemerintah yang memicu bentrokan dengan penggemar kekuasaan. Aksi ini dianggap sebagai yang terbesar sejak pihak berwenang melakukan penindasan keras pada bulan Januari lalu, yang mengakibatkan banyak korban. BBC memberikan konfirmasi tentang rekaman demonstrasi yang terjadi di kampus Universitas Teknologi Sharif di Teheran, termasuk tindakan penolakan yang diikuti oleh pihak pendukung pemerintah.
Dalam video yang diverifikasi, terlihat ratusan mahasiswa berbaris tenang sambil membawa bendera Iran. Namun, kemudian muncul perkelahian antara kedua pihak. Situasi serupa juga terjadi di Universitas Shahid Beheshti dan Universitas Teknologi Amir Kabir, yang dikonfirmasi melalui foto-foto.
AS dan Sekutu Memicu Peringatan Keamanan
Dalam konteks yang semakin memanas antara AS dan Iran, warga Teheran merasa kurang nyaman tidur tenang. Dalam beberapa hari terakhir, kekuatan militer AS meningkat di sekitar Iran, sementara Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas. Perwakilan kedua negara bertemu di Swiss, mencapai kemajuan dalam negosiasi nuklir, tetapi Trump mengatakan dunia akan mengetahui hasilnya dalam waktu 10 hari.
“Bantuan sedang dalam perjalanan,” kata Trump dalam pidatonya sebelumnya, yang dikaitkan dengan dukungan terhadap aksi protes.
Swedia dan Serbia mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk segera meninggalkan Iran. Keduanya mengkhawatirkan situasi yang semakin tidak stabil akibat ketegangan antara AS dan Iran.
Protes Berawal dari Keluhan Ekonomi
Demo besar-besaran di Iran ini dimulai dari kekecewaan terhadap kondisi ekonomi, kemudian melebar hingga menjadi yang terbesar sejak Revolusi Islam 1979. Mahasiswa mengenang korban yang meninggal dalam protes bulan Januari dengan tindakan penghormatan. Pemerintah setempat juga dilaporkan memulai penyelidikan terhadap peserta aksi yang diduga tertangkap.
