Pembahasan Penting: Kabar Mendadak Daryono Mundur dari Direktur Gempa-Tsunami BMKG

pemerhati gempa bumi dan tsunami daryono mengundurkan diri dari jabatan direktur gempabumi dan tsunami bmkg dok pribadi 1771080684889 169

Kabar Mendadak: Daryono Resign dari Jabatan Direktur Gempa-Tsunami BMKG

Daryono, seorang ahli dalam bidang gempa dan tsunami, memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pengumuman ini tiba-tiba, dengan Daryono masih aktif membagikan data cuaca di wilayah Indonesia melalui pemantauan satelit Himawari pada Jumat (13/2) siang. Tidak lama setelahnya, ia mengumumkan pengunduran diri pada Jumat (13/2) malam. Pernyataan resmi tentang keluar dari jabatan eselon II itu dibuat setelah diajukan ke pimpinan BMKG, dan ia meminta media untuk tidak lagi mengatribusikan gelar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam berita.

Daryono Berstatus Pegawai hingga Mei

Walau telah mengajukan pensiun dini, Daryono masih menjadi pegawai BMKG hingga 1 Mei mendatang. Ia menjelaskan sedang menjalani perawatan karena menderita penyakit mata distrofi kornea, tetapi kondisinya dinyatakan stabil. “Saya sedang dalam cuti dinas karena sakit mata, dan setelah penanganannya selesai, akan melanjutkan pensiun dini,” katanya.

Pengganti Daryono: Rahmat Triyono Menjabat sebagai Plt

BMKG telah mengisi jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami dengan Pelaksana Tugas (Plt) Rahmat Triyono. Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana, membenarkan bahwa Daryono sudah memasuki masa purnabakti. “Betul, beliau sudah memasuki purnabakti,” ucap Taufan saat diwawancarai secara terpisah.

Daryono Janji Tetap Edukasi Masyarakat

Setelah mundur dari jabatan, Daryono berjanji akan terus memberikan edukasi tentang gempa dan tsunami. “Saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, sambil menjaga objektivitas ilmiah, integritas, serta kepentingan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Profil Daryono: Pendidikan dan Komitmen Ilmiah

Daryono, yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 21 Februari 1971, telah lama mempelajari gempa dan tsunami. Ia menyelesaikan pendidikan D-III di Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) pada 1993, lalu melanjutkan studi S1 di Prodi Meteorologi dan Geofisika FPMIPA Universitas Indonesia (UI) tahun 2000. Selanjutnya, ia memperoleh gelar magister dari Universitas Udaya.

Dari Analisis Gempa ke Edukasi Publik

Saat menjabat, Daryono rutin menyampaikan analisis terkait gempa, termasuk sumber gempa, data seismik, serta sejarah bencana. Ia juga sering berbagi informasi melalui rilis pers dan unggahan di media sosial pribadi. “Saya memiliki tiga tanggung jawab: keilmuan, edukasi, dan moral,” tambahnya. Komitmen untuk menjelaskan risiko bencana dan memupuk kesadaran masyarakat tidak akan berhenti meski ia tidak lagi menjadi direktur.

Indonesia di Jalur Gugusan Api: Peran Daryono

Sebagai seismolog, Daryono menyadari bahwa Indonesia berada di wilayah Ring of Fire, yang meningkatkan risiko gempa dan tsunami. Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat tentang fenomena alam tersebut, bahkan di luar negeri. “Saya tidak hanya menganalisis gempa di Indonesia, tetapi juga membahas peristiwa seismik global,” tuturnya.