AMP
eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BNPB Fokus Tangani Karhutla di 5 Provinsi Timur Indonesia, Luas Terdampak 1.410 Hektare

Published · Updated · By Linda Davis - eksplorasiindonesia.com

Foto : Linda Davis - eksplorasiindonesia.com

BNPB Tangani Karhutla di 5 Provinsi, Area Terdampak 1.410 Hektare

Eksplorasiindonesia.com – BNPB Fokus Tangani Karhutla di 5 provinsi di Indonesia timur dan Kalimantan Timur dengan total luas lahan terdampak mencapai 1.410 hektare. Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur.

Perubahan fokus tersebut menunjukkan pergeseran pola kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sebelumnya, perhatian penanganan banyak diarahkan ke enam provinsi di Sumatera dan Kalimantan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pola kejadian karhutla saat ini berubah cukup signifikan. Karena itu, kesiapsiagaan serta penempatan sumber daya perlu disesuaikan dengan kondisi terbaru di lapangan.

“Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali,” ujar Berton dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

Papua Selatan Catat Area Terdampak Terluas

Dalam penanganan yang dilakukan, Papua Selatan menjadi provinsi dengan lahan terdampak kebakaran terluas, yaitu 502 hektare. Sulawesi Tengah berada di posisi berikutnya dengan 295 hektare, disusul Sulawesi Tenggara seluas 257 hektare.

Di Maluku, luas area terdampak mencapai 182 hektare. Sementara Kalimantan Timur mencatat 174 hektare. Data tersebut memperlihatkan bahwa ancaman karhutla kini tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah yang selama ini sering menjadi sorotan.

BNPB Fokus Tangani Karhutla di 5 provinsi tersebut melalui pemantauan kondisi lapangan, penyiapan personel, serta dukungan operasi udara. Langkah ini diperlukan agar respons pemadaman dapat dilakukan cepat, terutama di lokasi yang sulit dijangkau lewat jalur darat.

58 Pesawat dan Helikopter Disiagakan

Pemerintah menyiapkan 58 pesawat dan helikopter untuk mendukung pengendalian kebakaran dari udara. Armada tersebut digunakan untuk operasi water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC.

Dari total armada yang tersedia, BNPB menyiapkan 39 unit. TNI mendukung 15 unit, sedangkan empat unit lainnya berasal dari pemerintah daerah dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran di area yang luas.

Jumlah armada berkurang satu unit setelah pesawat atau helikopter yang sebelumnya bertugas di Jawa Timur ditarik karena kondisi kebakaran di wilayah tersebut relatif terkendali. Meski demikian, armada yang tersedia tetap disiagakan untuk menghadapi kebutuhan operasi sewaktu-waktu.

“Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, baik untuk Operasi Modifikasi Cuaca maupun water bombing, kami akan segera melaksanakan kegiatan tersebut,” kata Berton.

Water bombing dilakukan dengan menjatuhkan air dari udara ke lokasi kebakaran. Metode ini membantu menekan api di kawasan yang akses daratnya terbatas, tetapi tetap memerlukan penanganan lanjutan dari darat untuk mengendalikan bara yang tersisa.

OMC Tetap Dilaksanakan di Sejumlah Wilayah

Selain pemadaman langsung, pemerintah melanjutkan OMC untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan. Dalam operasi ini, bahan semai berupa natrium klorida atau NaCl dan es kering digunakan ketika kondisi awan memungkinkan.

Pada 29 Oktober 2026, BNPB telah melaksanakan 17 sorti OMC dengan total bahan semai 23.900 kilogram. Operasi tersebut dipusatkan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Hujan berintensitas ringan hingga sedang terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, Sumatera Selatan mengalami hujan dengan intensitas sangat ringan hingga ekstrem. Curah hujan dapat membantu membasahi lahan dan mengurangi risiko api kembali membesar.

Meski BNPB Fokus Tangani Karhutla di 5 provinsi prioritas, operasi OMC di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan tetap berjalan sesuai kebutuhan. Penanganan karhutla dilakukan secara fleksibel berdasarkan perkembangan situasi di setiap daerah.

FAQ Penanganan Karhutla

Provinsi mana saja yang menjadi fokus penanganan karhutla?

Lima provinsi yang menjadi fokus adalah Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur.

Berapa luas lahan yang terdampak karhutla?

Total luas area terdampak di lima provinsi tersebut mencapai 1.410 hektare.

Apa fungsi water bombing dan OMC?

Water bombing membantu memadamkan api dari udara, terutama di lokasi yang sulit dijangkau. Sementara OMC dilakukan untuk meningkatkan peluang hujan agar lahan menjadi lebih basah dan risiko kebakaran dapat ditekan.

Related Reading