AMP
eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp2.326 Triliun dalam Sehari, Ini Penyebabnya

Published · Updated · By Daniel Miller - eksplorasiindonesia.com

Foto : Daniel Miller - eksplorasiindonesia.com

Tekanan Saham Teknologi Pangkas Kekayaan Enam Miliarder Dunia

Eksplorasiindonesia.com – Perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, menjadi hari yang berat bagi sejumlah tokoh terkaya di dunia. Nilai gabungan kekayaan enam miliarder teknologi menyusut sekitar 130 miliar dolar AS, atau setara Rp2.326 triliun dengan kurs Rp18.089 per dolar AS. Pelemahan ini muncul ketika investor melakukan aksi jual pada saham-saham teknologi di tengah kekhawatiran bahwa belanja besar untuk infrastruktur kecerdasan buatan belum tentu segera menghasilkan keuntungan yang sepadan.

Enam nama yang terkena dampak terbesar adalah Elon Musk, Jeff Bezos, Larry Page, Sergey Brin, Michael Dell, dan Mark Zuckerberg. Nilai saham perusahaan yang terkait dengan mereka—Tesla, SpaceX, Amazon, Google, Dell Technologies, serta Meta—bergerak turun secara bersamaan. Situasi tersebut memperlihatkan betapa eratnya kaitan valuasi perusahaan teknologi dengan harapan pasar terhadap pengembangan AI.

Elon Musk Menanggung Penurunan Terbesar

Elon Musk menjadi pihak yang mengalami penyusutan kekayaan paling besar pada perdagangan tersebut. Hartanya turun sekitar 74 miliar dolar AS, setara Rp1.338 triliun, hingga berada di kisaran 914,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp16.553 triliun.

Tekanan utama datang dari saham SpaceX yang merosot hampir 9 persen. Penurunan itu terjadi walaupun perusahaan antariksa tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 161 persen. Pasar tetap memberi perhatian besar pada selisih arus kas sekitar 35 miliar dolar AS, serta pernyataan Musk bahwa SpaceX tengah mempertimbangkan kemungkinan penggabungan usaha dengan Tesla.

Saham Tesla juga kehilangan sekitar 2 persen pada Kamis sore. Perusahaan kendaraan listrik itu sebenarnya membukukan arus kas bebas positif sebesar 1,5 miliar dolar AS pada kuartal III 2026, hasil yang melampaui ekspektasi sebelumnya karena analis sempat memperkirakan pembakaran kas sebesar 4,9 miliar dolar AS.

Namun, perhatian investor beralih pada perubahan target belanja modal Tesla. Perusahaan merevisi proyeksi pengeluaran modal sepanjang tahun menjadi 20 miliar dolar AS, dari target sebelumnya yang melampaui 25 miliar dolar AS. Pengurangan proyeksi itu menimbulkan pertanyaan apakah pengembangan program AI dan robotika Tesla akan bergerak lebih lambat dari perkiraan pasar.

Amazon, Google, Dell, dan Meta Ikut Tertekan

Jeff Bezos kehilangan sekitar 11 miliar dolar AS, atau kurang lebih Rp198 triliun, setelah saham Amazon terkoreksi hampir 5 persen. Penurunan tersebut tidak mengubah posisinya sebagai orang terkaya kedua dalam daftar Forbes, tetapi mempertegas besarnya dampak volatilitas saham teknologi terhadap kekayaan pemegang saham utama.

Dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, juga mengalami penurunan gabungan sekitar 15 miliar dolar AS atau Rp271,33 triliun. Saham perusahaan mereka turun lebih dari 3 persen. Page berada di urutan ketiga daftar orang terkaya, sedangkan Brin menempati peringkat keempat.

Michael Dell, yang berada di posisi kelima, kehilangan sekitar 12 miliar dolar AS atau setara Rp217 triliun setelah saham Dell Technologies anjlok 7 persen. Sementara itu, kekayaan Mark Zuckerberg menyusut sekitar 18 miliar dolar AS, atau Rp325 triliun, ketika saham Meta turun 8 persen.

Penurunan saham Meta terjadi setelah perusahaan merilis kinerja kuartal III. Pendapatan tahunan Meta tumbuh 26 persen, sementara belanja modal pada periode tersebut mencapai 34,9 miliar dolar AS. Perusahaan juga mempersempit kisaran rencana belanja modalnya. Meski pertumbuhan pendapatan tetap kuat, besarnya dana yang dialokasikan untuk infrastruktur teknologi membuat pasar menilai ulang seberapa cepat investasi AI dapat menghasilkan pengembalian.

Pasar Menimbang Biaya dan Potensi AI

Tekanan terhadap enam orang terkaya itu menunjukkan perubahan fokus investor. Selama beberapa waktu, pengembangan AI menjadi pendorong utama optimisme terhadap perusahaan teknologi besar. Kini, pasar juga semakin menuntut kejelasan tentang arus kas, belanja modal, dan waktu yang dibutuhkan hingga investasi tersebut memberikan hasil komersial.

Meta dan Tesla memberi gambaran yang berbeda. Meta terus menggelontorkan dana besar untuk memperluas kemampuan teknologinya, sedangkan Tesla justru memangkas target investasi modal. Dua pendekatan tersebut sama-sama memunculkan pertanyaan: apakah pengeluaran yang besar akan terlalu membebani keuntungan, atau apakah pengurangan investasi dapat memperlambat langkah perusahaan dalam persaingan AI dan robotika.

Estimasi Forbes mencatat kekayaan Musk berada di sekitar 917,6 miliar dolar AS, turun tajam dibandingkan sehari sebelumnya ketika ia sempat kembali menyandang status triliuner. Perbedaan angka kekayaan dalam satu hari dapat terjadi seiring perubahan harga saham dan pembaruan valuasi aset yang berlangsung sepanjang perdagangan.

Pada saat yang sama, kekayaan Bezos diperkirakan mencapai 370,4 miliar dolar AS atau Rp6.700 triliun. Larry Page memiliki sekitar 266,9 miliar dolar AS atau Rp4.827 triliun, sedangkan Sergey Brin menguasai sekitar 245,7 miliar dolar AS atau Rp4.444 triliun.

Michael Dell diperkirakan memiliki kekayaan 236,6 miliar dolar AS, setara Rp4.279 triliun. Adapun Zuckerberg tercatat memiliki sekitar 221,5 miliar dolar AS atau Rp4.000 triliun.

Walaupun mengalami penurunan yang sangat besar dalam nominal rupiah, keenam miliarder tersebut tetap menguasai kekayaan hingga ratusan miliar dolar AS. Pergerakan pasar kali ini menjadi pengingat bahwa harga saham perusahaan teknologi tidak hanya dipengaruhi hasil keuangan saat ini, tetapi juga keyakinan investor terhadap masa depan AI, robotika, dan kemampuan perusahaan mengubah investasi besar menjadi keuntungan berkelanjutan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan?

6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan matter?

6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.