AMP
eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polisi Bongkar Markas Judi Online di Sukaresmi Cianjur, 9 Orang Jadi Tersangka

Published · Updated · By Linda Davis - eksplorasiindonesia.com

Foto : Linda Davis - eksplorasiindonesia.com

Polisi Ungkap Dugaan Operasi Judi Online di Vila Sukaresmi Cianjur

Eksplorasiindonesia.com – Satreskrim Polres Cianjur mengungkap dugaan aktivitas perjudian online yang dijalankan dari sebuah vila di Kampung Babakan Ngantay, Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dalam perkara yang diduga terkait situs KICAU99 tersebut, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penggerebekan dilakukan setelah polisi menelusuri kegiatan di vila yang diduga berfungsi sebagai pusat telemarketing dan layanan pelanggan untuk menarik pemain judi online. Para pekerja di lokasi itu disebut menjalankan tugas yang berbeda, mulai dari menghubungi calon pemain hingga mengelola kebutuhan akun.

Kapolres Cianjur AKBP Dr A Alexander Yurikho Hadi menyampaikan bahwa penyidikan belum berhenti pada sembilan tersangka. Polisi masih mengembangkan perkara untuk melihat kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar serta pihak lain yang berperan di balik operasional tersebut.

“Kami telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Pembagian Tugas Telemarketing dan Layanan Pelanggan

Hasil pendalaman awal mengarah pada dugaan bahwa delapan tersangka bekerja sebagai telemarketing. Mereka diduga menghubungi calon pemain lewat telepon dan aplikasi WhatsApp, menawarkan akses ke situs perjudian, lalu membimbing calon pengguna untuk membuat akun serta melakukan deposit.

Satu tersangka lainnya disebut menjalankan fungsi layanan pelanggan. Tugasnya antara lain berkaitan dengan pengelolaan akun dan perubahan rekening. Polisi menduga pembagian pekerjaan itu merupakan bagian dari pola operasional situs KICAU99.

Sembilan orang yang dijadikan tersangka ialah TCZ (20), KW (28), MIG (29), N (30), PS (26), J (23), RS (30), RS (24), dan OCW (33). Mereka memiliki latar belakang yang beragam, termasuk mahasiswa dan karyawan swasta, serta berasal dari beberapa wilayah di Indonesia.

Setiap pekerja disebut mendapat tawaran gaji antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Selain fasilitas makan, terdapat pula kemungkinan bonus yang dikaitkan dengan jumlah pemain yang berhasil direkrut dan melakukan deposit. Pola imbalan semacam ini tengah didalami untuk mengetahui peran masing-masing tersangka dalam aktivitas tersebut.

Perputaran Dana Diduga Mencapai Rp294 Juta

Dalam pengungkapan ini, petugas menyita 46 unit telepon genggam, dua laptop, satu tablet, empat modem, lima router, serta uang tunai Rp641.000. Barang-barang tersebut diduga dipakai untuk mendukung komunikasi, pengelolaan akun, dan konektivitas operasional di vila tersebut.

Pemeriksaan sementara memperkirakan perputaran uang dari kegiatan itu sekitar Rp14 juta setiap hari. Jika aktivitas berlangsung selama kurang lebih 21 hari seperti yang sedang ditelusuri penyidik, nilai omzet sementara diperkirakan mencapai Rp294 juta.

Angka tersebut belum dapat dipastikan sebagai keuntungan bersih. Penyidik masih menelusuri aliran dana, tujuan transaksi, serta skema pembagian hasil yang mungkin digunakan. Pendalaman ini penting untuk membedakan nilai transaksi yang beredar dengan keuntungan yang benar-benar diterima pihak-pihak terkait.

Polisi juga memeriksa proses perekrutan tenaga kerja dan hubungan para tersangka dengan pengendali kegiatan. Seorang pria berinisial YN alias J masih diburu karena diduga merekrut pekerja sekaligus mengatur jalannya operasional. Keberadaannya menjadi salah satu fokus pengembangan perkara.

Riwayat Aktivitas Serupa di Kamboja Didalami

Sejumlah tersangka memberikan keterangan pernah bekerja dalam aktivitas sejenis di Kamboja. Informasi itu akan diverifikasi melalui koordinasi dengan pihak imigrasi, terutama untuk memeriksa riwayat perjalanan mereka dan kemungkinan keterkaitan dengan jaringan perjudian online lintas negara.

Pendalaman terhadap jejak perjalanan dan hubungan kerja diperlukan untuk mengurai apakah operasi di Sukaresmi berdiri sendiri atau terkait dengan sistem yang lebih luas. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan tambahan guna memperjelas peran setiap tersangka serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Perkara ini menunjukkan bahwa aktivitas judi online dapat dijalankan melalui pekerjaan yang tampak seperti layanan pemasaran atau pelayanan pelanggan. Masyarakat perlu mencermati tawaran kerja yang menjanjikan gaji, tempat tinggal, makan, dan bonus, terutama apabila pekerjaannya mengarah pada promosi situs perjudian atau perekrutan pengguna untuk melakukan deposit.

Pasal yang Dikenakan dan Imbauan Kepolisian

Para tersangka dijerat Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Mereka juga disangkakan melanggar Pasal 426 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Penyidik kini melengkapi berkas perkara sambil terus mengumpulkan bukti dan keterangan. Penelusuran mencakup struktur kegiatan, arus uang, jalur komunikasi, serta pihak yang diduga memiliki kendali atas sistem operasional.

Polres Cianjur mengingatkan warga untuk tidak terlibat dalam judi online, baik sebagai pemain maupun dalam pekerjaan pendukung seperti promosi, telemarketing, pengelolaan akun, dan layanan operasional. Kegiatan yang tampak sebagai pekerjaan administratif dapat membawa konsekuensi pidana apabila bertujuan mendukung perjudian daring.

Masyarakat yang mengetahui keberadaan YN alias J atau menemukan dugaan kegiatan perjudian online diminta menyampaikannya melalui saluran pengaduan resmi kepolisian. Informasi dari warga dapat membantu penyidik menelusuri pihak yang masih dicari dan mengungkap kemungkinan jaringan lain yang terkait dengan perkara tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Polisi Bongkar Markas Judi Online di Sukaresmi?

Polisi Bongkar Markas Judi Online di Sukaresmi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi Bongkar Markas Judi Online di Sukaresmi matter?

Polisi Bongkar Markas Judi Online di Sukaresmi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.