AMP
eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lionel Messi Jadi Pelatih Timnas Argentina usai Pensiun? Jawabannya Mengejutkan

Published · Updated · By Thomas Garcia - eksplorasiindonesia.com

Foto : Thomas Garcia - eksplorasiindonesia.com

Masa Depan Lionel Messi Setelah Timnas Argentina

Eksplorasiindonesia.com – Lionel Messi telah menutup babak panjangnya bersama Timnas Argentina setelah laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pagi WIB. Kemenangan 3-0 itu bukan sekadar hasil pertandingan biasa, melainkan perpisahan bagi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah La Albiceleste.

Di usia 39 tahun, Messi mengakhiri karier internasionalnya dengan catatan 208 pertandingan dan 126 gol. Ia turut mencetak gol dalam laga terakhir tersebut, sehingga momen di Buenos Aires menjadi penutup yang sangat simbolis bagi perjalanan yang dimulai ketika ia menjalani debut senior pada 2005 dalam usia 18 tahun.

Berakhirnya kiprah Messi di tim nasional langsung memunculkan banyak spekulasi mengenai langkah berikutnya. Salah satu kemungkinan yang ramai dibicarakan adalah peluangnya kembali ke Argentina sebagai pelatih. Namun, pandangan Messi sendiri mengenai profesi pelatih selama ini justru mengarah ke pilihan yang berbeda.

Masih Bermain untuk Inter Miami

Pensiun dari level internasional tidak berarti Messi meninggalkan sepak bola sepenuhnya. Ia masih memiliki kontrak dengan Inter Miami sampai akhir musim 2028. Artinya, publik masih dapat melihatnya beraksi di level klub dalam beberapa tahun ke depan.

Selain melanjutkan karier sebagai pemain, Messi juga sudah memasuki dunia kepemilikan klub. Ia telah mengambil kepemilikan Eldense, klub dari divisi dua Spanyol. Keterlibatan itu memperlihatkan minatnya yang besar terhadap sisi pembangunan dan pengelolaan sepak bola, bukan hanya aktivitas di lapangan.

William Hill memasukkan Messi ke daftar kandidat pelatih Argentina sebelum 2035 dengan peluang 4/1. Namanya muncul ketika masa depan Lionel Scaloni bersama tim nasional masih menjadi perhatian. Scaloni telah menangani Argentina sejak 2018 dan membawa tim itu meraih gelar Piala Dunia 2022, tetapi kontraknya akan selesai pada akhir tahun ini.

"Tentu ada keinginan untuk tetap berada di sini. Namun, ada banyak aspek yang perlu kami diskusikan dengan presiden," ujar Scaloni.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa kelanjutan kerja sama Scaloni dan federasi belum dipastikan. Meski demikian, kemunculan nama Messi dalam pasar taruhan belum tentu menggambarkan rencana nyata sang legenda untuk segera mengambil pekerjaan kepelatihan.

Messi Lebih Tertarik Menjadi Pemilik Klub

Messi pernah menyampaikan dengan jelas bahwa dirinya belum melihat jalur kepelatihan sebagai tujuan utama setelah gantung sepatu. Dalam percakapannya dengan Luzu TV pada Januari lalu, ia menjelaskan ketertarikannya pada peran manajerial dan kepemilikan klub.

"Saya tidak melihat diri saya sebagai pelatih. Saya menyukai gagasan menjadi manajer. Namun, saya lebih memilih menjadi pemilik," kata Messi.

Gagasan tersebut selaras dengan keterlibatannya di Eldense. Messi tampaknya lebih terpikat pada proses membentuk sebuah klub, mengembangkan fondasi, dan menciptakan lingkungan yang memberi ruang bagi pemain muda untuk bertumbuh.

"Saya ingin memiliki klub sendiri, memulai dari bawah dan membuatnya berkembang. Bisa memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkembang dan mencapai sesuatu yang penting. Jika harus memilih, itulah yang paling menarik bagi saya," ujarnya.

Peran pemilik memungkinkan Messi berpengaruh pada arah klub dalam jangka panjang. Ia dapat terlibat dalam pembentukan visi, pengembangan akademi, dan pembangunan struktur sepak bola tanpa harus menjalani tekanan sehari-hari sebagai pelatih yang menentukan susunan pemain setiap pekan.

Pandangan serupa juga pernah diutarakannya kepada Fabrizio Romano pada 2024. Saat itu, Messi menegaskan bahwa melatih bukan bagian dari rencana yang sedang ia susun.

"Saya tidak berencana menjadi pelatih ketika pensiun. Itu bukan sesuatu yang sedang saya pertimbangkan," katanya.

Argentina dan Barcelona Tetap Menjadi Spekulasi

Selain Argentina, Messi juga masuk dalam daftar kandidat pelatih Barcelona sebelum 2035 dengan peluang 10/1. Hubungannya dengan klub Catalan itu memang sangat panjang. Messi menghabiskan 21 tahun di Barcelona, sebuah periode yang membentuknya dari pemain akademi hingga menjadi ikon sepak bola dunia.

Namun, kedekatan emosional dengan Argentina maupun Barcelona tidak serta-merta berarti ia akan memilih kursi pelatih. Kariernya sebagai pemain masih berjalan, sedangkan aktivitas kepemilikan klub tampak lebih cocok dengan gambaran masa depan yang pernah ia sampaikan secara terbuka.

Sejarah Argentina juga membuat perbandingan dengan Diego Maradona sulit dihindari. Maradona pernah menangani tim nasional, memenangi 18 dari 24 pertandingan, dan membawa Argentina menembus perempat final Piala Dunia 2010. Perjalanan itu berakhir setelah Argentina kalah 0-4 dari Jerman.

Messi dan Maradona sama-sama memiliki tempat istimewa dalam sejarah sepak bola Argentina, tetapi pilihan karier setelah bermain tidak harus sama. Untuk saat ini, Messi belum memberi sinyal kuat bahwa ia ingin mengikuti jejak Maradona sebagai pelatih La Albiceleste.

Warisan Messi bersama Argentina sudah sangat besar: lebih dari dua dekade pengabdian, 208 penampilan, 126 gol, serta status sebagai bagian penting dari era kejayaan tim nasional. Pertanyaan mengenai perannya setelah pensiun akan terus muncul, tetapi jawaban yang paling konsisten dari Messi adalah keinginannya membangun sesuatu dari balik kepemilikan klub.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Lionel Messi Jadi Pelatih Timnas Argentina?

Lionel Messi Jadi Pelatih Timnas Argentina is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lionel Messi Jadi Pelatih Timnas Argentina matter?

Lionel Messi Jadi Pelatih Timnas Argentina matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.