AMP
eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

2 WNA dan 1 WNI Hilang saat menyelam di Perairan Sikka Ditemukan Selamat, Operasi SAR Ditutup

Published · Updated · By Linda Moore - eksplorasiindonesia.com

Foto : Linda Moore - eksplorasiindonesia.com

Empat Penyelam yang Terpisah Arus di Perairan Sikka Selamat Dievakuasi

Eksplorasiindonesia.com – Operasi pencarian terhadap para penyelam yang sempat hilang di sekitar Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, resmi dihentikan setelah seluruh korban ditemukan selamat. Tiga orang yang dicari pada hari kedua operasi berhasil ditemukan, menyusul seorang penyelam asal Austria yang lebih dulu dievakuasi pada hari sebelumnya.

Korban terakhir yang ditemukan terdiri atas dua warga negara Irlandia dan seorang warga negara Indonesia yang bertugas sebagai pemandu selam. Dengan penemuan itu, empat penyelam yang sebelumnya tidak kembali ke permukaan telah dipastikan dalam keadaan selamat.

“Seluruh korban dalam kondisi selamat. Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman, Selasa (6/10/2026).

Penyelaman Berlangsung di Sekitar Pulau Panga Batang

Insiden bermula pada Minggu, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WITA. Enam orang melakukan aktivitas menyelam di perairan dekat Pulau Panga Batang, yang berjarak kurang lebih 16,6 nautical mile dari Pelabuhan Wuring, Maumere.

Kelompok tersebut terdiri atas empat wisatawan asing serta dua dive guide lokal. Kondisi arus laut yang kuat saat penyelaman menyebabkan rombongan terpecah menjadi dua kelompok. Salah satu kelompok, berisi seorang pemandu selam WNI dan seorang wisatawan asal Belanda, berhasil muncul ke permukaan tanpa mengalami masalah.

Namun, empat orang dari kelompok lainnya tidak segera terlihat kembali di permukaan. Mereka adalah seorang dive guide asal Indonesia, dua wisatawan asal Irlandia, dan satu wisatawan asal Austria. Keempatnya diduga terbawa arus laut setelah terpisah dari rombongan awal.

Kantor SAR Maumere menerima informasi mengenai kondisi membahayakan manusia tersebut sekitar pukul 14.10 WITA. Informasi disampaikan oleh Riana, seorang tour guide. Setelah menerima pemberitahuan, tim gabungan segera melakukan pencarian dengan melibatkan unsur terkait dan nelayan di sekitar lokasi.

Korban Pertama Ditemukan pada Hari Minggu

Pencarian pada hari pertama membuahkan hasil ketika satu penyelam berhasil ditemukan pada sekitar pukul 16.30 WITA. Korban tersebut merupakan warga negara Austria yang sebelumnya berada dalam kelompok yang terpisah akibat arus.

Penyelam asal Austria itu ditemukan di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale. Nelayan bersama tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan selamat, kemudian melanjutkan pencarian untuk tiga orang lainnya yang masih belum diketahui keberadaannya.

Penemuan korban pertama menjadi petunjuk penting bagi penyisiran berikutnya. Area pencarian tetap diarahkan ke perairan sekitar lokasi para penyelam terpisah, dengan memperhitungkan posisi korban yang dapat berubah akibat pergerakan arus laut.

Pada hari kedua, operasi dilanjutkan dengan sejumlah sarana laut. KN SAR Puntadewa 250, speedboat Polair KP Sukur, sea rider KN SAR Puntadewa, serta rubber boat Kantor SAR Maumere dikerahkan dalam proses pencarian. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memungkinkan penyisiran dilakukan di sejumlah titik perairan.

Dua Warga Irlandia Ditemukan Lebih Dulu

Pada Senin pagi, tim gabungan menemukan dua warga negara Irlandia yang sebelumnya masih dicari. Keduanya ditemukan sekitar pukul 09.00 WITA dalam keadaan selamat pada koordinat 08°32'23.83” Lintang Selatan dan 122°26'04.114” Bujur Timur.

Lokasi penemuan dua korban tersebut berada sekitar 3,17 nautical mile dari titik awal kejadian. Jarak itu menggambarkan bagaimana arus dapat membawa penyelam menjauh dari area semula dalam waktu tertentu, terutama ketika kondisi laut tidak memungkinkan kelompok tetap bersama.

Dua penyelam asal Irlandia yang ditemukan adalah Dervla Mulligan (28) dan Darragh Mc Kiernan (27). Setelah ditemukan, keduanya dievakuasi oleh tim yang bertugas di perairan Sikka.

Lima menit setelah penemuan dua warga Irlandia itu, satu korban lainnya juga berhasil ditemukan. Frederik Horipun (39), warga negara Indonesia yang bekerja sebagai dive guide, ditemukan sekitar pukul 09.05 WITA oleh personel Speed Polair KP Sukur.

Frederik ditemukan pada koordinat 08°33'37.61” Lintang Selatan dan 122°26'10.13” Bujur Timur, atau sekitar 4,21 nautical mile dari lokasi awal penyelaman. Ia juga berada dalam kondisi selamat saat dievakuasi.

Seluruh Korban Telah Kembali dengan Selamat

Dengan selesainya evakuasi terhadap tiga korban terakhir, jumlah penyelam yang ditemukan selamat menjadi empat orang. Mereka terdiri atas satu warga Austria, dua warga Irlandia, dan seorang warga Indonesia yang menjadi pemandu selam.

Keberhasilan pencarian tersebut mengakhiri kekhawatiran setelah empat anggota kelompok sempat tidak muncul kembali ke permukaan. Seluruh korban kemudian ditangani dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

Peristiwa ini juga menegaskan pentingnya kesiapan dalam aktivitas penyelaman, khususnya di kawasan perairan yang memiliki arus kuat. Dalam kondisi demikian, kelompok penyelam dapat terpisah dalam waktu singkat sehingga komunikasi, pendampingan pemandu, dan respons cepat saat terjadi keadaan darurat menjadi hal yang penting.

Setelah tidak ada lagi penyelam yang dinyatakan hilang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere menutup operasi SAR. Tim gabungan memastikan seluruh korban telah ditemukan dan tidak ada pencarian lanjutan yang diperlukan dalam insiden di perairan Pulau Panga Batang tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 2 WNA dan 1 WNI Hilang?

2 WNA dan 1 WNI Hilang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 2 WNA dan 1 WNI Hilang matter?

2 WNA dan 1 WNI Hilang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.