Viral Ruben Onsu Dituduh Paksa Betrand Peto Masuk Islam? Ini Faktanya!
Ruben Onsu Tegaskan Tidak Pernah Meminta Betrand Peto Mengikuti Keyakinannya
Eksplorasiindonesia.com – Isu mengenai keyakinan kembali menyeret nama Ruben Onsu di tengah polemik hak asuh anak dengan Sarwendah. Presenter tersebut dituduh memaksa putranya, Betrand Peto Putra Onsu yang akrab disapa Onyo, untuk memeluk Islam setelah Ruben menjadi mualaf.
Tudingan itu dibantah langsung oleh Ruben. Ia menegaskan bahwa keputusan pribadinya untuk menjadi seorang muslim tidak pernah dijadikan alasan untuk mengarahkan Onyo agar berpindah keyakinan. Ruben menyampaikan penjelasan tersebut melalui unggahan Instagram yang dikutip pada Rabu, 16 September 2026.
Sampai saat ini Onyo tinggal sama saya, tidak sedikit pun terucap dari mulut saya untuk mengajak dia ikut keyakinan saya.
Pernyataan itu menjadi penegasan Ruben di tengah berkembangnya narasi yang mengaitkan perubahan keyakinannya dengan kehidupan keagamaan sang putra. Ia menolak anggapan bahwa tinggal serumah dengannya berarti Onyo harus mengikuti agama yang kini dianutnya.
Anak-anak Mengetahui Keputusan Ruben Lebih Dulu
Ruben juga mengisahkan bahwa anak-anaknya telah mengetahui kabar dirinya memeluk Islam sebelum informasi tersebut disampaikan kepada publik. Dalam percakapan keluarga itu, ia berusaha menjelaskan pentingnya tetap memberi dukungan satu sama lain meski terdapat perbedaan keyakinan.
Sebelum saya memberitahukan ke publik, justru anak-anak saya yang tahu terlebih dahulu kalau saya sudah menjadi seorang muslim. Saya menjelaskan bagaimana kita tetap saling support, dan saat itu jawaban mereka yang membuat suasana cair.
Bagi Ruben, komunikasi di dalam keluarga menjadi bagian penting setelah keputusan tersebut diambil. Perbedaan agama, dalam penjelasannya, tidak menghapus hubungan keluarga maupun kewajiban untuk saling menghargai.
Ia menggambarkan sikap itu melalui kebiasaannya mendampingi Onyo saat hendak beribadah. Ketika pengemudi libur pada hari Minggu, Ruben mengaku beberapa kali mengantar putranya ke Gereja Katedral Jakarta Pusat.
Bahkan ketika di hari Minggu karena driver libur, jadi saya sering antar dia ke Gereja Katedral Jakarta Pusat.
Rutinitas Ibadah di Katedral dan Istiqlal
Saat Onyo menjalankan ibadah di gereja, Ruben memanfaatkan waktu menunggu untuk menunaikan salat Ashar di Masjid Istiqlal. Kedua tempat ibadah itu memang berada saling berseberangan di kawasan Jakarta Pusat, sehingga memungkinkan mereka menjalani kegiatan ibadah masing-masing dalam waktu yang berdekatan.
Lalu saya menunggunya sambil saya melakukan ibadah Ashar di Masjid Istiqlal.
Ruben menyebut pengalaman tersebut justru memberi ruang baginya untuk memperdalam pemahaman terhadap agama yang baru dipeluknya. Selama menunggu kabar bahwa Onyo telah selesai, ia menjalankan salat sunnah dan melanjutkan hafalan surat yang menjadi tugas dari guru ngajinya.
Sambil menunggu kabar kalau Onyo sudah selesai, justru karena Onyo saya jadi banyak bisa lakukan sholat Sunnah dan lanjut menghafal surat-surat yang jadi PR saya dari guru ngaji saya.
Kisah itu memperlihatkan bahwa aktivitas ibadah keduanya berlangsung secara terpisah sesuai keyakinan masing-masing. Ruben menempatkan dirinya sebagai orang tua yang mengantar dan menunggu anaknya, tanpa menjadikan perbedaan agama sebagai hambatan dalam rutinitas keluarga.
Isu Agama dalam Polemik Hak Asuh
Pembahasan mengenai keyakinan muncul bersamaan dengan perkara hak asuh anak antara Ruben dan Sarwendah. Isu agama disebut ikut disinggung dalam gugatan balik atau rekonvensi yang diajukan Sarwendah. Namun, pembahasan suatu isu dalam proses hukum tidak otomatis menjadi bukti bahwa telah terjadi paksaan terhadap Onyo.
Karena itu, penting untuk membedakan narasi yang beredar di media sosial dengan fakta yang telah disampaikan langsung oleh pihak yang bersangkutan. Dalam penjelasannya, Ruben secara tegas menyatakan tidak pernah mengajak Betrand Peto berpindah agama.
Perkara keluarga sering memunculkan berbagai tafsir di ruang publik, terutama ketika melibatkan figur terkenal. Meski demikian, tudingan terkait keyakinan perlu dilihat secara hati-hati agar tidak mengaburkan pernyataan yang telah disampaikan secara terbuka. Dalam kasus ini, Ruben menjelaskan bahwa perbedaan agama di keluarganya dihadapi melalui dukungan dan penghormatan.
Keyakinan Bukan Paksaan
Ruben menutup penjelasannya dengan pesan mengenai kehidupan berdampingan di tengah perbedaan. Ia menilai hubungan keluarga tetap dapat dibangun dengan sikap saling mendukung, termasuk ketika setiap anggota keluarga menjalankan keyakinan yang tidak sama.
Menciptakan dan saling support membuat kami terus belajar untuk kita hidup berdampingan untuk saling menghormati dari segala perbedaan. Karena agama itu sebuah keyakinan bukan paksaan. Dan perbedaan keyakinan itu bukan alasan.
Penegasan tersebut sekaligus menjawab isu yang berkembang tentang dugaan pemaksaan terhadap Onyo. Ruben menempatkan agama sebagai pilihan keyakinan pribadi, bukan sesuatu yang dapat dipaksakan kepada orang lain. Dalam kesehariannya, ia bahkan mengaku tetap mendukung Onyo menjalankan ibadah di gereja, sementara dirinya beribadah di masjid.
Dengan demikian, tudingan bahwa Ruben Onsu memaksa Betrand Peto masuk Islam tidak sejalan dengan penjelasan yang ia sampaikan. Ruben menekankan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghentikan mereka untuk tetap saling menjaga, mendukung, dan menghormati sebagai keluarga.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Viral Ruben Onsu Dituduh Paksa Betrand?Viral Ruben Onsu Dituduh Paksa Betrand is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Viral Ruben Onsu Dituduh Paksa Betrand matter?Viral Ruben Onsu Dituduh Paksa Betrand matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.