Sepekan Penutupan Stasiun Karet, Pengguna BNI City Melonjak 300 Persen
Lonjakan Penumpang di BNI City Setelah Layanan Karet Dialihkan
Eksplorasiindonesia.com – Peralihan layanan naik dan turun penumpang dari Stasiun Karet sejak 1 September 2026 langsung mengubah pola perjalanan pengguna KRL Commuter Line di kawasan pusat Jakarta. Dalam tujuh hari pertama, Stasiun BNI City atau Sudirman Baru mencatat kenaikan jumlah pengguna hingga lebih dari 300 persen dibandingkan kondisi sebelum pengalihan.
Stasiun BNI City kini menjadi salah satu titik utama bagi pengguna Commuter Line Jabodetabek yang sebelumnya mengakses Stasiun Karet. Perubahan ini berlangsung seiring pembangunan proyek integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.
Rata-rata Lebih dari 13 Ribu Penumpang Naik Setiap Hari
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan bahwa selama pekan awal pengalihan, jumlah pengguna yang naik di Stasiun BNI City rata-rata mencapai 13.450 orang per hari. Adapun rata-rata penumpang yang turun di stasiun tersebut berada pada angka 9.860 orang setiap hari.
“Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 300 persen lebih jika dibanding volume sebelum masa pengalihan,” ucap Karina dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Kenaikan tersebut menunjukkan besarnya perpindahan arus penumpang ke BNI City setelah layanan di Karet dihentikan sementara. Bagi pengguna, perubahan titik akses ini membuat perhatian terhadap kelancaran perpindahan antarfasilitas stasiun menjadi semakin penting, khususnya pada waktu berangkat dan pulang kerja.
Dampak pengalihan juga terlihat pada beberapa stasiun yang berada di sekitar Karet. Di Stasiun Sudirman, pengguna yang naik bertambah rata-rata 11 persen, sementara jumlah penumpang yang turun meningkat 7 persen. Stasiun Tanah Abang turut mengalami tambahan volume pengguna naik sebesar 9 persen.
Pembangunan Integrasi Masuk Tahap Pondasi
Di tengah penyesuaian pola perjalanan penumpang, proses integrasi Stasiun Karet-BNI City terus berjalan. Pekerjaan pembangunan telah memasuki tahap pembuatan pondasi setelah pembongkaran bangunan dan peron stasiun rampung dilakukan.
“Saat ini proses pembangunan integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru sudah mulai proses tahap pembuatan pondasi yang sebelumnya telah selesai tahap proses pembongkaran bangunan serta peron stasiun,” kata dia.
Tahap pondasi menjadi bagian penting dalam pembangunan fisik integrasi kedua stasiun. Selama pekerjaan berlangsung, pengaturan akses penumpang perlu terus diperhatikan karena kawasan tersebut melayani mobilitas tinggi dan terhubung dengan berbagai aktivitas perkantoran di sekitarnya.
Fasilitas BNI City Dioptimalkan
KAI Commuter melakukan sejumlah penyesuaian untuk menampung pertumbuhan pengguna di Stasiun BNI City. Gerbang elektronik serta loket pada hall baru sisi timur telah beroperasi. Area ini mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman, sedangkan akses di sisi barat melayani arah menuju bekas kawasan Stasiun Karet.
Selasar di sisi selatan, yang dipakai sebagai jalur pejalan kaki, juga telah mendapatkan tambahan penerangan dan penjagaan petugas keamanan. Langkah tersebut ditujukan agar pergerakan pengguna menuju area stasiun tetap lebih tertib, terutama ketika jumlah penumpang meningkat.
Perlindungan dari cuaca turut menjadi perhatian. Tenda tambahan dipasang di sepanjang selasar dari arah Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City. Fasilitas ini membantu pengguna ketika berjalan menuju hall baru barat Stasiun Sudirman Baru, baik saat terik matahari maupun hujan.
“Penambahan tenda ini untuk melindungi pengguna dari panas dan hujan saat mengakses selasar untuk menuju hall baru barat Stasiun Sudirman Baru,” ujarnya.
Selain peneduh, KAI Commuter menambah 21 unit kipas angin di area stasiun untuk membantu kenyamanan penumpang yang menunggu perjalanan. Penambahan sarana tersebut menjadi relevan karena waktu tunggu dan kepadatan di area peron dapat meningkat pada periode penyesuaian layanan.
Hall Timur Dibuka untuk Mengurangi Kepadatan
Operasional hall baru sisi timur di area river side dari arah Jalan Jenderal Sudirman juga diharapkan dapat membantu memecah konsentrasi penumpang. Hall yang berada di Peron 2 tersebut memudahkan pengguna dengan tujuan Stasiun Manggarai, terutama pada jam sibuk sore.
Pembukaan akses tambahan memberi pengguna pilihan jalur keluar dan masuk yang lebih luas. Dengan pembagian arus yang lebih baik, antrean di titik tertentu dapat dikurangi dan perjalanan di dalam area stasiun menjadi lebih teratur.
KAI Commuter juga menyiapkan layanan bagi kelompok pengguna prioritas, meliputi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Kursi roda tersedia di ujung selasar yang mengarah ke Stasiun Karet. Pengguna yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi petugas yang bertugas di akses selasar menuju stasiun.
“Pengguna prioritas bisa langsung menghubungi petugas yang berdinas di selasar akses masuk ke stasiun untuk mendapatkan layanan ini,” tuturnya.
Karina menilai peningkatan fasilitas di BNI City diharapkan dapat mendukung layanan Commuter Line yang lebih rapi, aman, dan tetap menempatkan keselamatan sebagai perhatian utama.
“Ke depannya dengan peningkatan fasilitas ini, layanan kepada pengguna Commuter Line akan lebih tertata dan aman dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ucapnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sepekan Penutupan Stasiun Karet Pengguna BNI City?Sepekan Penutupan Stasiun Karet Pengguna BNI City is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sepekan Penutupan Stasiun Karet Pengguna BNI City matter?Sepekan Penutupan Stasiun Karet Pengguna BNI City matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.