AMP
eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Hari Ketiga Kebakaran Gunung Ciremai, 40 Hektare Hutan Terbakar

Published · Updated · By James Jones - eksplorasiindonesia.com

Hari Ketiga Kebakaran Gunung Ciremai, Area Hutan Terbakar Capai 40 Hektare

Eksplorasiindonesia.com – Hari Ketiga Kebakaran Gunung Ciremai 40 menjadi perhatian karena api di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih ditangani tim gabungan hingga Rabu (9/9/2026). Petugas terus melakukan pemadaman agar api tidak merambat ke area hutan lainnya.

Kebakaran tersebut telah berdampak pada sedikitnya lima blok hutan. Berdasarkan data Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 40 hektare hingga Rabu siang.

Sejumlah titik api telah dipadamkan, tetapi operasi di lapangan belum dihentikan. Petugas masih memantau area yang terlihat padam untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

Lima Blok Hutan di Pasawahan Terdampak

Lokasi kebakaran berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang masuk wilayah Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Lima blok yang terdampak ialah Blok Cileutik, Manguntapa, Panjat Roma, Jalan Malin, dan Cibatu Bodas.

Penanganan kebakaran hutan membutuhkan pengawasan berkelanjutan. Selain memadamkan api aktif, tim gabungan juga memeriksa titik-titik rawan agar api tidak menjalar ke blok hutan lain di sekitar kawasan konservasi tersebut.

Luasan area terbakar masih dapat berubah seiring proses pendataan dan pemadaman. Karena itu, petugas tetap berupaya menguasai seluruh titik yang berisiko dan membatasi perluasan dampak kebakaran.

Mobil Tangki Air TNI Dikerahkan

Untuk memperkuat pemadaman, mobil tangki air milik TNI mulai dikerahkan ke kawasan hutan. Dukungan suplai air diharapkan membantu petugas menangani titik api, khususnya di lokasi yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Medan kawasan hutan dan jarak antartitik kebakaran menjadi tantangan dalam pendistribusian personel maupun peralatan. Meski demikian, tim gabungan tetap memusatkan pekerjaan pada pemadaman, pemantauan bara, dan pencegahan perambatan api.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan fokus petugas masih berada pada pengendalian kebakaran di dalam kawasan hutan.

“Kalau dari permukiman masih jauh,” ujar Indra di lokasi.

Dengan titik kebakaran yang masih jauh dari permukiman, perhatian utama saat ini adalah mencegah api meluas. Pengendalian yang cepat diperlukan untuk melindungi blok hutan lain di Taman Nasional Gunung Ciremai dari dampak tambahan.

Penyebab Kebakaran Masih Belum Diketahui

Hingga Rabu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas gabungan masih mengerahkan tenaga dan peralatan untuk menangani api serta memastikan area yang telah dipadamkan tetap aman.

Hari Ketiga Kebakaran Gunung Ciremai 40 hektare juga menegaskan pentingnya pemantauan setelah proses pemadaman. Bara yang tertinggal dapat kembali menyala, sehingga pemeriksaan pada titik yang sudah terkendali tetap dilakukan secara bertahap.

Kebakaran di kawasan taman nasional tidak hanya berdampak pada luasan lahan yang terbakar. Perlindungan terhadap kawasan hutan tetap diperlukan agar kerusakan tidak bertambah dan api tidak bergerak menuju area lain.

FAQ Kebakaran Gunung Ciremai

Di mana lokasi kebakaran Gunung Ciremai?

Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, wilayah Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Area terdampak mencakup Blok Cileutik, Manguntapa, Panjat Roma, Jalan Malin, dan Cibatu Bodas.

Berapa luas hutan yang terbakar?

Hingga Rabu siang, luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 40 hektare. Angka tersebut dapat berubah sesuai perkembangan pendataan dan penanganan di lapangan.

Apakah api mengancam permukiman warga?

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana, titik kebakaran masih jauh dari permukiman. Petugas tetap berupaya mencegah api meluas ke kawasan lain.

Bagaimana penanganan kebakaran dilakukan?

Tim gabungan melakukan pemadaman titik api, memantau area yang telah padam, dan mengerahkan mobil tangki air TNI untuk membantu suplai air di kawasan hutan.

Related Reading